Warga Tuding BWJ Klaim 462 Hektar Tanah Warga | Liputan 24 Banten
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Warga Tuding BWJ Klaim 462 Hektar Tanah Warga

Posted by On 6:13 AM

Warga Tuding BWJ Klaim 462 Hektar Tanah Warga

PANDEGLANG â€" Warga menuding PT. Banten West Java (BWJ) selaku pengembang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung telah mencaplok tanah mereka seluas 462 hektar. Padahal ratusan warga yang mengaku pemilik dan ahli waris itu merasa tidak pernah menjual tanah mereka kepada pihak manapun.

Ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) Bina Nusantara (Binus), Uneh Junaedi selaku perwakilan pemilik lahan mengaku jika luas lahan milik warga yang diklaim oleh BWJ sebanyak 462 hektar yang terdiri atas 271 pemilik yang terletak di blok 22. Mereka menegaskan bahwa tidak pernah merasa menjual tanah ke pada pihak manapun termasuk BWJ.

“Ahli waris dari pemilik tidak pernah menjual se jengkal pun kepada siapapun. Kami punya keabsahan, bentuk tanahnya semua berupa girik, karena lahan itu ekstranslog. Dari situ, jatah mereka kembali dibagi,” ujar Uneh saat menggelar audiensi dengan Pemkab dan perwakilan dari BWJ di Setda Pandeglang, Rabu (6/12/2017).

Ia menyebutkan, persoalan sengketa tanah memang telah berlangsung sejak tahun 1994, bertepatan dengan datangnya BWJ. Namun pada saat itu, pihak BWJ hanya sebatas menganti rugi lahan garapan yang dihargai Rp200 untuk penggarap dan Rp100 bagi Pemda, bukan membeli seluruh tanah milik warga.

“BWJ pada saat itu hanya ganti rugi garapan yang diharga Rp200 untuk penggarap dan Rp100 buat pemda. Maka jika BWJ mengaku sudah dibebaskan, itu merupakan kebohongan publik,” tudingnya.

Pihaknya membantah apabila persoalan ini muncul untuk memanfaatkan situasi lahan KEK yang telah ditetapkan sebagai salah satu Kawasan Proyek Strategis Nasional (KSPN). Karena Uneh menyebutkan, pihaknya sudah melayangkan somasi ke BWJ sejak tahun 2015 lalu.

“Tahun 2015 kami sudah memulai somasi ke BWJ. Dan mereka merespon bahwa mereka tidak memiliki lahan tersebut. Kami sudah mempersiapkan dan mengumpulkan surat kuasa dari warga untuk mengurus tanahnya,” pungkasnya.

Sementara itu Perwakilan BWJ, Maheno membeberkan pihaknya bersikukuh bahwa lahan yang dikuasai saat ini adalah lahan sah BWJ. Apalagi pihaknya sudah mengelola lahan KEK Tanjung Lesung sejak tahun 90an silam. Sehingga ia merasa heran dengan klaiman warga.

“Terus terang saja, dari tahun 1994 kami sudah di sana. Sampai detik ini tidak pernah ada yang mengklaim. Sehingga kami garap dan urug tidak ada yang protes. Baru kali ini,” katanya.

Kendati demikian, ia mempersilakan pemilik dan ahli waris untuk membuktikan keabsahan lahan yang diakui tersebut. Apalagi sebetulnya, BWJ telah menunggu kelanjutan dari somasi yang dilayangkan 2 tahun lalu.

“Sebetulnya kami siap untuk memfasilitasi. Karena sejak tahun 2 015 kami sudah menunggu untuk meminta penjelasan yang diklaim warga. Kalau memang warga punya data, silakan buktikan. Kami siap menyelesaikan secara baik-baik,” jelas Maleno.

Sayangnya, audiensi itu berakhir deadlock, karena tidak memutuskan kebijakan apapun. Pasalnya, banyak pertanyaan warga yang tidak bisa dijawab oleh Pemkab lantaran tidak hadirnya Kepala Administrator KEK.

“Kami siap untuk memfasilitasi. Karena seharusnya ini dijelaskan oleh Ibu Joyce (Kepala Administratur KEK, red) karena lebih menguasai. Namun beliau sedang tidak bisa hadir,” ringkas Kabag Pemerintahan Setda Pandeglang, Doni Hermawan usai memimpin audiensi. (Med/Red)

Terkait

Sumber: Google News | Liputan 24 Waris

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »