Pemprov Banten Disomasi Karena sebut Warga Lebak Gaptek | Liputan 24 Banten
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Pemprov Banten Disomasi Karena sebut Warga Lebak Gaptek

Posted by On 1:00 AM

Pemprov Banten Disomasi Karena sebut Warga Lebak Gaptek

PPDB 2018

Pemprov Banten Disomasi Karena sebut Warga Lebak Gaptek

PEMPROV Banten disomasi warga Kabupaten Lebak karena menyebut warga Lebak Gaptek terkait kacaunya PPDB Online.

Pemprov Banten Disomasi Karena sebut Warga Lebak GaptekZAKI ARI SETIAWANSuasana pendaftaran PPDB di SMAN 1, Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (22/6/2018).

PEMPROV Banten disomasi warga Kabupaten Lebak karena menyebut warga Lebak Gaptek (gagap teknologi) terkait kacaunya PPDB Online di Lebak.

Warga yang mensomasi Kominfo Pemprov Banten adalah Ojat Sudrajat, warga Kabupaten Lebak, Banten.

Saat dikonfirmasi Warta Kota perihal somasinya, Ojat membenarkan surat tersebut.

“Ya, benar, saya sendiri yang bikin itu,” ungkapnya, Senin (25/6/2018).

Dalam surat somasinya, Ojat mengaku sakit hati dengan sebutan warga Kabupaten Lebak masih gaptek.

“Ketika saudara menyebutkan Warga di wilayah Kabupaten Lebak masih banyak yang GAPTEK sangat menyakitkan kami sebagai warga KabupatenLebak,” tulis Ojat di surat somasi, Sabtu (23/6/2018).

Lanjutnya, Ia menganggap warga Lebak sudah melek terhadap teknologi.

“Bahwa sepengetahuan saya, masyarakat di Kabupaten Lebak termasuk yang di pelosok-pelosok sudah mengenal teknologi, terbukti rata-rata sudah menggunakan handphone yang sudah mempunyai fasilitas internet,” tambahnya.

Baca: PPDB Online di Banten yang Error Terus Sama Saja Pemprovnya Tidak Peduli

Ojat mengaku tidak main-main dengan surat somasinya itu, Ia pun akan mengambil jalur hukum jika tidak ada permohonan maaf dengan tenggat 28 Juni mendatang.

“Bahwa pernyataan saudara tersebut p atut disuga sudah mengandung unsur SARA dan saya selaku warga Kab. Lebak merasa telah terjadi dugaan PENGHINAAM, untuk itu aaya meminta Saudara untuk melakukan permohonan maaf kepada WARGA KAB. LEBAK di seluruh surat Kabar Lokal dalam 1/2 Halaman dan di 2 (dua) Surat Kabar Nasional juga dalm 1/2 halaman, swrt di media online,”

“Untuk itu saya memberikan batas waktu sampai dengan tanggal 28 Juni 2018 untuk melakukan permintaan maaf tersebut, apabila tidak ditanggapi maka kami akan menempuh jalur hukum untuk penyelesaiannya.”

Baca: Usai Sistem Eror, PPDB Banten Bikin Stres lagi Karena Ini

Baca: PPBD Online di Banten Kacau Karena Masih Banyak yang Gaptek

Ojat merupakan salah satu korban dari carut marutnya PPDB online 2018 saat akan mendaftarkan anaknya ke SMA 1 Rangkas Bitung.

Menurut penuturannya, Ojat sudah mencoba log in sejak Kamis (21/6) pukul 00.00 WIB dan baru berhasil mengakses Jumat (22/6) pukul 08.00 WIB.

Ia menganggap seharusnya pemerintah bisa belajar dari pengalaman PPDB tahun lalu.

“Tahun lalu sudah punya pengalaman, harusnya sudah punya database. Umpama mereka sudah punya data misalnya 100 ribu siswa, harusnya ditambah servernya jadi 130,” ungkap Ojat.

Penulis: Zaki Ari Setiawan Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw Sumber: Warta Kota Ikuti kami di Beredar Video Syur Disebut Mirip Aura Kasih, Begini Kata Pakar Telematika! Sumber: Berita Banten

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »