Kementan Sukses Kembangkan Lahan Kering Di Banten | Liputan 24 Banten
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Kementan Sukses Kembangkan Lahan Kering Di Banten

Posted by On 11:44 PM

Kementan Sukses Kembangkan Lahan Kering Di Banten

  • Sumut
  • Sumbar
  • Riau
  • Bengkulu
  • Sumsel
  • Babel
  • Lampung
  • Banten
  • Jakarta
  • Jabar
  • Jateng
  • Jogja
  • Jatim
  • Kalbar
  • Papua
  • RMTV
  • KBP
News Tickers
  • SKPD Pangkalpinang Diingatkan Pentingnya Data Statistik, 06 SEPTEMBER 2018 , 05:56:00
  • Di Desa Cangkol Solar Dibatasi, Petani Terancam Gagal Panen, 06 SEPTEMBER 2018 , 05:55:00
  • Pemkab Lebong Akan Bangun Miniatur Tugu Monas, 06 SEPTEMBER 2018 , 05:37:00
  • Sudah Bisa Duduk, Kondisi Habibie Semakin Membaik, 06 SEPTEMBER 2018 , 05:34:00
  • Sunat Dana Jasa Pelayanan BPJS, Kepala Puskemas Ditangkap Polisi, 06 SEPTEMBER 2018 , 05:25:00
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Hanura Kementan Sukses Kembangkan Lahan Kering Di Banten

KAMIS, 06 SEPTEMBER 2018 , 04:18:00 WIB | LAPORAN: ELITHA TARIGAN

Kementan Sukses Kembangkan Lahan Kering Di Banten

Ilustrasi/Net

RMOL. Potensi pengembangan lahan kering menjadi area pertanian produktif terus didorong Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menopang target swasembada pangan. Berita Terkait Kawasan Rumah Pangan Lestari Mampu Sejahterakan Keluarga Serapan Gabah Maksimal, Harga Beras Agustus 2018 Turun Di Akhir Masa Jabatan, Amran Tetap Kejar Target

Salah satu upaya untuk mewujudkannya , Kementan mengembangkan program Sistem Usaha Pertanian (SUP) Inovatif. Sistem ini berhasil di kembangkan di Banten.
Melalui Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) Kementan terus menggali potensi ini dan telah mengidentifikasi beberapa wilayah Banten yang potensial untuk dikembangkan. Provinsi yang merupakan penyangga pangan ibukota ini memiliki lahan kering seluas potensial seluas 157.546 hektar.
"Kita sudah berhasil mengembangkan pemanfaatan lahan kering di Kecamatan Cikeusal Kabupaten Serang. Sebagai target utama di wilayah Banten, kecamatan ini memiliki total lahan kering seluas 2.683 hektar. Kita dorong melalui Sistem Usaha Pertanian Inovatif," kata Kepala BBP2TP, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementan Haris Syahbuddin di Jakarta, Selasa (5/9).
Haris mengatakan, SUP Inovatif merupakan sistem usaha pertanian yang berbasis teknologi, yakni penerapan mekanisasi pertanian sesuai kebutuhan dan mudah d iterapkan. Lalu, pengelolaan lahan dan air yang inovatif dan adaptif terhadap perubahan iklim, serta dirancang dengan sistim yang dinamis.
Desa Cilayang merupakan satu dari lima belas desa di Kecamatan Cikeusal yang menjadi fokus pengembangan SUP Inovatif dengan sasaran utama adalah Kelompok Tani Tunas Harapan I.
"SUP Inovatif yang dikembangkan di lokasi tersebut sarat dengan pengenalan teknologi, antara lain teknologi embung, pompanisasi dan geo-membran, dan teknologi budidaya khususnya budidaya tanaman hortikultura. Selain itu dilakukan pula pendampingan dan bimbingan teknis, hingga bagaimana membangun jaringan bisnis," terang Haris.
Kurniawan (26), salah satu anggota kelompok tani Tunas Harapan I mengaku bahwa dia merasakan berbagai manfaat dari kegiatan ini. Pria yang telah mengikuti program SUP Inovatif sejak tahun 2017 ini menambahkan, budidaya sayuran yang digelutinya bersama anggota kelompok tani lainnya telah menemukan saluran pemasarannya.
Kurnia wan menerangkan produksi anggota kelompok tani itu ditampung dan kemudian dipasarkan ke beberapa tempat bahkan tembus ke Pasar Induk Kramat Jati Jakarta dan Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang.
"Lahan menjadi produktif, produk berkualitas, dan pemasaran produk juga mudah," singkat Kurniawan.
Haris selaku penanggungjawab kegiatan program berharap, SUP Inovatif dapat menjadi wadah interaksi yang lebih intensif antara Kementan selaku penyedia teknologi, penyuluh sebagai saluran diseminasi serta petani sebagai pengguna teknologi.
Kemanfaatan yang dirasakan masyarakat selain mewujudkan peningkatan produksi, juga menciptakan penumbuhan usaha Kelompok Tani serta pengembangan SDM Petani.
"Kami minta juga kepada kelompok tani agar selalu semangat untuk belajar mengimplementasikan teknologi dan menerapkannya secara berkelanjutan," ujar Haris.
Sebagai informasi, Kementan melalui Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian mengide ntifikasi seluas 24 juta hektar lahan kering yang bisa dimanfaatkan untuk tanaman pangan. Lahan kering seluas itu tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
Di Pulau Jawa, yang dikenal subur pun terdapat beberapa daerah berlahan kering yang berpotensi untuk dimanfaatkan. Dengan adanya BPTP di tiap provinsi, maka diharapkan bisa bahu membahu bersama penyuluh setempat dalam mengedukasi serta mendampingi kelompok tani dalam penerapannya. [nes]

Berita Lainnya Selengkapnya Di Akhir Masa Jabatan, Amran Tetap Kejar Target

Di Akhir Masa Jabatan, Amran Tetap Kejar Target

RABU, 05 SEPTEMBER 2018

Kementan Kirim Mesin Etek-Etek Ke Petani Pringsewu Lampung

Kementan Kirim Mesin Etek-Etek Ke Petani Pringsewu..

RABU, 05 SEPTEMBER 2018

Mentan Amran Tidak Akan Beri Ruang Mafia Pangan

Mentan Amran Tidak Akan Beri Ruang Mafia Pangan

SELASA, 04 SEPTEMBER 2018

Mentan Heran Keberhasilan Ekspor Jagung Tak Pernah Diberitakan

Mentan Heran Keberhasilan Ekspor Jagung Tak Pernah..

SELASA, 04 SEPTEMBER 2018

PBNU Ingin Hentikan Impor Di Bidang Pangan

PBNU Ingin Hentikan Impor Di Bidang Pangan

SELASA, 04 SEPTEMBER 2018

Pacu Ekspor Pertanian, Kementan Gandeng PBNU Tanam Jagung Perdana

Pacu Ekspor Pertanian, Kementan Gandeng PBNU Tanam..

SELASA, 04 SEPTEMBER 2018

VIDEO POPULERSoal Rupiah Anjlok, Polri Peringatkan Pemerintah

Soal Rupiah Anjlok, Polri Peringatkan Pemerintah

, 05 SEPTEMBER 2018 , 19:00:00

Rup   iah Jebol, Jokowi Ambrol

Rupiah Jebol, Jokowi Ambrol

, 05 SEPTEMBER 2018 , 13:00:00

FOTO POPULERTanggalkan Tanda Jabatan

Tanggalkan Tanda Jabatan

, 31 AGUSTUS 2018 , 04:21:00

Akrab Di Kampus UMJ

Akrab Di Kampus UMJ

, 29 AGUSTUS 2018 , 10:13:00

Bobok Di Rapat Paripurna

Bobok Di Rapat Paripurna

, 04 SEPTEMBER 2018 , 14:42:00

Jamu Jago Ambassador Talks Jaya Suprana Show Berita PopulerBerita TerkiniSore Ini, Rupiah Tembus Rp 15.100 Per Dolar AS

Sore Ini, Rupiah Tembus Rp 15.100 Per Dolar AS

04 September 2018 15:18

Diteriaki

Diteriaki "2019 Ganti Presiden", Prabowo Subianto: Anda Dosen Dari Mana?

01 September 2018 11:48

Acara ILC Batal, Ini Kata Mahfud MD

Acara ILC Batal, Ini Kata Mahfud MD

29 Agustu s 2018 02:11

RR Sebut Dua Tokoh Di Balik Sukses Asian Games 2018

RR Sebut Dua Tokoh Di Balik Sukses Asian Games 2018

02 September 2018 16:37

Kembalikan Nilai Tabungan Masyarakat  Kalau Tidak Pecat Sri Mulyani Dan Perry Warjiyo<i>!</i>

Kembalikan Nilai Tabungan Masyarakat Kalau Tidak Pecat Sri Mulyani Dan Perry Warjiyo!

05 September 2018 19:20

SKPD Pangkalpinang Diingatkan Pentingnya Data Statistik

SKPD Pangkalpinang Diingatkan Pentingnya Data Statistik

06 September 2018 05:56

Di Desa Cangkol Solar Dibatasi, Petani Terancam Gagal Panen

Di Desa Cangkol Solar Dibatasi, Petani Terancam Gagal Panen

06 September 2018 05:55

Pemkab Lebong Akan Bangun Miniatur  Tugu Monas

Pemkab Lebong Akan Bangun Miniatur Tugu Monas

06 September 2018 05:37

Sudah Bisa Duduk, Kondisi Habibie Semakin Membaik

Sudah Bisa Duduk, Kondisi Habibie Semakin Membaik

06 September 2018 05:34

Sunat Dana Jasa Pelayanan BPJS, Kepala Puskemas Ditangkap Polisi

Sunat Dana Jasa Pelayanan BPJS, Kepala Puskemas Ditangkap Polisi

06 September 2018 05:25

Trending Tag
# PILPRES
# MPR
# PEMILU
# PERADI
# PILPRES
# POLISI
e-Paper RMOL Sabar Gorky Malam Budaya RMOL Architecture Design Book Fayakhun Media Kit RMOL Sumber: Berita Banten

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »