GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Kisah Pilu Bocah Yatim Piatu di Banten, Tumor Bersarang di Bokong

Kisah Pilu Bocah Yatim Piatu di Banten, Tumor Bersarang di Bokong

Kisah Pilu Bocah Yatim Piatu di Banten, Tumor Bersarang di Bokong Saroh, bocah yatim piatu berusia sembilan tahun itu hanya bisa terbaring tengkurap menahan sakit…

Kisah Pilu Bocah Yatim Piatu di Banten, Tumor Bersarang di Bokong

Kisah Pilu Bocah Yatim Piatu di Banten, Tumor Bersarang di Bokong

Saroh, bocah yatim piatu berusia sembilan tahun itu hanya bisa terbaring tengkurap menahan sakit karena tumor yang menyerang bokongnya.

Kisah Pilu Bocah Yatim Piatu di Banten, Tumor Bersarang di BokongWarta Kota/Andika PanduwinataSaroh, bocah yatim piatu yang menderita tumor di bokong sedang dalam perawatan tim medis.

Malang nian nasib yang menimpa Saroh. Bocah berusia sembilan tahun ini harus menahan rasa sakit yang dideritanya.

Ia terjangkit penyakit tumor. Tumor tersebut bersarang di bagian bokongnya.

Saroh bermukim di Desa Rancaseneng, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Ia tinggal seba tang kara.

Ayah dan ibunya sudah meninggal dunia. Kondisinya pun kurang mendapat perhatian dari sanak saudaranya.

Gubernur Banten, Wahidin Halim yang mendapatkan kabar itu pun merasa terenyuh dan sempat merasa kecolongan. Pria yang akrab disapa WH tersebut segera merespon mengenai permasalahan itu.

Pemprov Banten berencana akan menangani persoalan yang diderita Saroh. Dan secepatnya melakukan operasi terhadap anak yatim piatu ini.

“Insya Allah terhadap tumor yang diderita Saroh, akan dilakukan operasi pada Selasa tanggal 9 Oktober 2018,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, M. Yusuf, kepada Warta Kota, Minggu (7/10/2018).

Yusuf mengatakan, penanganan keluhan Saroh dilakukan secara terkoordinasi antara bidan desa Puskesmas Cikeusik, Kepala Desa, Kecamatan Cikeusik, Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan Pemerintah Provinsi Banten.

Yusuf menjelaskan, pada tanggal 31 Agustus 2018, bidan Desa Rancasenang memberikan pemahaman atau edukasi kepada keluarga Saroh. Hal itu dilakukan agar Saroh diobati di Rumah Sakit.

"Upaya tersebut berhasil, selanjutnya Saroh dibawa ke RSUD Berkah Pandeglang. Di RSUD Berkah Pandeglang, dilakukan berbagai pemeriksaan kesehatan," ucapnya.

Halaman selanjutnya 123
Penulis: Andika Panduwinata Editor: Max Agung Pribadi Ikuti kami di Video Detik-detik 180 Hektare Tanah 'Mencair', 2.000 Rumah Hancur Terseret saat Gempa di Palu Sumber: Berita Banten

No comments