GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Menengok Lukisan Ide Sang Wali Kecil Seniman Banten Edi Bonetski

Menengok Lukisan Ide Sang Wali Kecil Seniman Banten Edi Bonetski

Menengok Lukisan Ide Sang Wali Kecil Seniman Banten Edi Bonetski erdy Aswarudi alias Edi Bonetski, menggelar pameran lukisan tunggal untuk ke sekian kalinya.Sabtu,…

Menengok Lukisan Ide Sang Wali Kecil Seniman Banten Edi Bonetski

Menengok Lukisan Ide Sang Wali Kecil Seniman Banten Edi Bonetski

erdy Aswarudi alias Edi Bonetski, menggelar pameran lukisan tunggal untuk ke sekian kalinya.

Menengok Lukisan Ide Sang Wali Kecil Seniman Banten Edi BonetskiTribunJakartaPameran lukisan Edi Bonetski di Kandang Jurang Doank, Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (5/10 /2018).

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Herdy Aswarudi alias Edi Bonetski, menggelar pameran lukisan tunggal untuk ke sekian kalinya. Kali ini warna-warna ajaib Edi yang digoreskan di atas berbagai media lukis itu, dipajang di Kandang Jurang Doank, Ciputat, Tangerang Sela tan, sejak Senin (1/10/2018) lalu.

Sampai saat ini, Jumat (5/10/2018), pameran bertajuk 'K.U.N Sebuah Ikhtiar Visual' itu ramai didatangi para pengunjung dari berbagai kalangan.

Sebagai tuan rumah, Dik Doang menata berbagai lukisan abstrak itu dengan sentuhan artistik yang memesona di Warung Doank, kedai makanan dan kopi yang belum lama dibukanya.

Pria yang akrab disapa syeikh itu, menjuluki Edi sebagai wali kecil seniman Banten, dan kecoa yang sayang untuk diinjak, karena perjuangannya yang tekun di dunia kesenian.

"Dia itu wali seni, kecoa yang sayang untuk diinjak. Lukisannya seperti goresan hati penuh cinta yang diungkapkan secara liar," ujar Dik memberikan pujian kepada seniman yang kerap mengenakan bandana diikatkan di kepalanya itu.

• Sehari Galang Bantuan untuk Korban Bencana di Sulteng, IJTI Bekasi Raya Kumpulkan Dana Rp 14 Juta

• Ketika Staff Hotel Asal Bali Tawarkan Promo Pakai Ba ju Adat di GATF 2018

Lukisan bergenre kotemporer yang didalami pendiri Anak Langit Tangerang ini memang sedang marak. Namun tak hanya goresan warnanya, sosok Edi yang rendah hati menjadi hal yang sulit dipisahkan dari lukisannya itu.

"Dia pelukis yang telah melewati segala macam hidup dan terbuang dimakan rayap dan orang menemukannya dengan sangat terpukau. Itulah Edi Bonetski," akunya.

Edi juga sosok yang banyak menghabiskan waktunya di jalanan, mengoordinir para pengamen dan anak jalanan di bawah payung Anak Langit yang bersarang di pinggiran Sungai Cidadane.

Di bidang musik, pria berperawakan kurus itu, juga sempat menggeluti perkusi dari perkakas rumah tangga, hingga cukup mendapatkan sambutan dari masyarakat.

Halaman selanjutnya 12 Penulis: Jaisy Rahman Tohir Editor: Mohamad Afkar Sarvika Sumber: Tribun Jakarta Ikuti kami di Video Detik-detik 180 Hektare Tanah 'Mencair', 2.000 Rumah Hancur Terseret saat Gempa di Palu Sumber: Berita Banten

No comments