GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Didukung dinasti Tubagus Chasan Sochi, Jokowi pede menang di ...

Didukung dinasti Tubagus Chasan Sochi, Jokowi pede menang di ...
Merdeka.com - Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo yakin meraup suara besar di Banten pada Pemilu Presiden 2019. Pada Pilpres 2014, perolehan Jokowi di Banten …

Didukung dinasti Tubagus Chasan Sochi, Jokowi pede menang di ...

Merdeka.com - Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo yakin meraup suara besar di Banten pada Pemilu Presiden 2019. Pada Pilpres 2014, perolehan Jokowi di Banten kala h dibanding Prabowo. Saat itu pasangan Prabowo-Hatta memperoleh suara 57,10 persen. Sedangkan Jokowi-JK hanya 42,90 persen.
Jokowi menuturkan, pada survei terakhir tiga pekan lalu, Jokowi-Ma'ruf Amin masih kalah dibanding pesaingnya yakni Prabowo-Sandiaga. Namun setelah mendapat dukungan dari kepala daerah dari dinasti tokoh Banten, Tubagus Chasan Sochi, Jokowi lebih percaya diri. Jokowi bersama dengan Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada Sabtu (3/11) mendapat dukungan dari Keluarga Besar Tubagus Chasan Sochi, antara lain adalah Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, dan Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rac hmi Diany.
"Insya Allah survei lagi Desember, saya yakini sudah berubah karena sudah ada kesanggupan-kesanggupan dari keluarga besar Tubagus Chasan Sochi. Keluarga besarnya bertekad nanti pertengahan Desember survei hasilnya akan berubah. Di sini juga memiliki semangat yang sama, insya Allah Desember nanti berubah karena para ulama, kiai siap menyampaikan tekad yang sama karena kita tahu Calon Wapres Ma'ruf Amin adalah putra asli provinsi ini," ujar Jokowi Jokowi, dalam Konsolidasi Tim Kampanye Daerah, Koalisi Indonesia Kerja Provinsi Banten, di ICE Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, Minggu.
Jokowi mengakui bahwa menurut survei internalnya, dukungan masyarakat desa kepada dirinya dan Ma'ruf Amin tidak goyah setahun belakangan. Walaupun Jokowi diterpa berbagai isu yang tidak benar.
"Mereka diterpa isu apa saja tidak goyah, kalau orang kota masih goyah karena orang kota pegang 'gadget', handphone, jadi gampang kena hoaks d i media sosial, banyak diterpa kabar bohong," katanya lagi.
Pada kesempatan ini Jokowi kembali membantah sejumlah isu yang menyerangnya. Misalnya kriminalisasi ulama dan anti-Islam. Menurutnya, isu itu tidak lagi terdengar sejak Jokowi menggandeng Ma'ruf Amin.
"Saya tiap hari keluar masuk pesantren, tidak tahu berapa ratus berapa ribu pesantren yang saya masuki, kok di balik-balik begitu. Sekarang cawapresnya sudah topnya ulama, Prof Ma'ruf Amin Ketua MUI, tapi sekarang sudah tidak ada yang berani bicara tadi. Saya tanya yang dikriminalisasi yang mana. Kalau ada yang bermasalah dengan hukum itu wilayahnya hukum, wilayah polisi, sabar-sabar," ungkap Jokowi sambil mengelus dada.
Jokowi meminta agar politik dilakukan secara beretika. "Mari berpolitik dengan beretika, bertata krama, selalu saya kemukakan agar tidak main hantam kromo seperti isu-isu yang saya sampaikan tadi," tutup Jokowi.

Reporter: Hanz Salim
Sumber: Liputan6.com [noe]

Sumber: Berita Banten

No comments